Letusan Gunung Lokon Timbulkan Hujan Abu



BENCANA ALAM
Letusan Gunung Lokon Timbulkan Hujan Abu


Rabu, 25 April 2012
MANADO (Suara Karya): Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa, meletus sekitar pukul 11.21 WITA. Letusan disertai bunyi gemuruh cukup kuat dan menggetarkan tiang serta kusen rumah.
Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lokon dimulai Senin (23/4) pukul 15.00 WITA. Hingga Selasa, pukul 09.00 WITA, tercatat terjadi sekitar 180 kali gempa vulkanik.
"Letusan kali ini cukup kuat diiringi dengan bunyi gemuruh yang kuat pula. Pijakan kami sempat bergetar. Begitu pun tiang penyangga rumah, kusen jendela, dan pintu, ikut bergetar," kata Junike Agustin, warga Kelurahan Kinilow I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gunung (PVMBG) di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, membenarkan terjadinya letusan tersebut.
Meski terjadi letusan keras, status Gunung Lokon di Tomohon masih siaga atau level III. "Belum ada kenaikan status. Kita lihat perkembangannya, yang jelas kami sudah melakukan antisipasi dan pemantauan intensif," kata Soerono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, ketika dihubungi dari Bandung, Selasa.
Kepala PVMBG itu berada di Tomohon dan melakukan rapat koordinasi dengan Wali Kota Tomohon terkait perkembangan Gunung Lokon yang meningkat aktivitasnya dalam beberapa hari terakhir. Ia mengatakan, meski terjadi letusan, belum ada rekomendasi untuk meminta warga mengungsi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Gunung Api PVMBG Hendrasto membenarkan, Gunung Lokon meletus pada Selasa (24/4) siang pukul 11.21 WIB. "Letusannya menimbulkan hujan abu, namun pemantauan terhalang oleh kabut. Sejauh ini belum ada pengungsian," kata Hendrasto.
Ia mengatakan, peningkatan aktivitas Gunung Lokon sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pemantauan intensif dilakukan dari posko gunung api serta di Crisis Center PVMBG Bandung.
Gunung Lokon sempat berstatus awas (level IV) menyusul letusan pada 11 Juli 2011 sebelum diturunkan menjadi siaga (level III) pada 24 Juli 2011 yang bertahan hingga saat ini.
Sejak berstatus siaga, PVMBG merekomendasikan warga dan wisatawan tidak melakukan pendakian. "Masyarakat diharapkan tenang, mengikuti arahan pemerintah dan Satlak PBA, serta berkoordinasi dengan Posko PVMBG di Kakaskasen," kata Hendrasto.
Letusan Gunung Lokon mengakibatkan hujan abu vulkanik di Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara. Debu vulkanik yang jatuh bersamaan dengan turunnya hujan air cukup lebat itu berbentuk lumpur berwarna kecokelatan disertai dengan bau belerang yang menyengat.
"Kalau tidak hujan, kami perkirakan debu vulkanik Gunung Lokon jatuh di sekitar kawah, perkebunan, dan perkampungan di Kelurahan Kinilow dan Kinilow I cukup tebal," kata Jenny W, seorang warga Kelurahan Kinilow.
Kebanyakan warga harus menggunakan payung apabila akan beraktivitas di luar rumah. Sampai berita ini diturunkan, pascaletusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, tidak ada warga yang diungsikan dari radius bahaya 2,5 kilometer.
"Tidak ada warga yang diungsikan atau dievakuasi sebagaimana arahan atau rekomendasi dari PVMBG Bandung," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Tomohon Royke A Roeroe di Tomohon, Selasa.
Royke berharap, pascaletusan mudah-mudahan tidak terjadi eskalasi. Namun, menurut dia, apabila kemungkinan terburuk terjadi peningkatan status menjadi awas level IV dan radius bahaya dinaikkan menjadi 3 kilometer, 500-an warga akan dievakuasi. (Antara/Dwi Putro AA)

0 komentar:

Poskan Komentar